DIET SEHAT BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS DI BULAN RAMADHAN

IMG_4651Semangat pagi mitra healthier. Kegiatan edukasi kelompok RSUD Hj. Anna Lasmanah untuk minggu ini (27/2/2018) menghadirkan narasumber Fitriani Rahayu, AMG, salah satu nutrisionis dari Instalasi Gizi. Tema yang dipilih adalah terkait diet sehat bagi penderita Diabetes Mellitus di Bulan Ramadhan.

Perbedaan diet diabetes melitus dalam keadaan puasa terletak pada perbedaan waktu makan, pola istirahat dan diabetisi tidak makan & minum ± 12–16 jam. Dalam keadaan puasa tersebut tidak ada asupan kalori. Untuk mempertahankan kadar glukosa darah terjadi pemecahan cadangan glukosa (glikogen di hati). Glikogen hati dapat menjadi sumber glukosa darah untuk kebutuhan otak selama 12-16 jam. Dengan demikian puasa ramadhan tidaklah terlalu mengganggu kesehatan diabetisi sehingga dapat disimpulkan bahwa penderita diabetes melitus dengan kadar glukosa darah cukup terkontrol dan mengikuti petunjuk diet dapat menjalankan ibadah puasa.

Tujuan pengaturan makanan (Diet) yang tepat di bulan ramadhan diantaranya adalah mencegah hipoglikemi / hiperglikemi, menjaga berat badan agar tetap normal dan mencegah dehidrasi sehingga diabetisi dapat beraktifitas seperti biasa.

Untuk latihan, para diabetisi (penderita diabetes) dapat mencoba untuk berpuasa 2 s/d 3 hari sebelum menjelang puasa sebagai upaya penyesuaian diri dengan perubahan jadwal dan jumlah makan supaya penyakit diabetes yang dideritanya tidak mengganggu ibadah yang dijalani dalam Bulan Ramadhan. Tidak berbeda dengan diet di hari-hari biasa prinsip makan sehat bagi diabetisi adalah mengikuti pola 3J yaitu tepat jumlah, tepat jadwal dan tepat jenis dalam pemilihan bahan makanan yang akan dikonsumsi.

Jumlah makanan yang harus dikonsumsi tetap mengikuti pola menu seimbang dengan kombinasi makanan yang baik yaitu yang memiliki indeks glikemik (suatu ukuran yang menyatakan kenaikan gula darah setelah seseorang mengkonsumsi makanan yang bersangkutan) 60 atau kurang.

Beberapa panduan yang perlu dipatuhi diabetisi agar mampu menjalankan puasa tanpa masalah, diantaranya: mesti makan sahur secukupnya; segera berbuka puasa setelah adzan magrib; tidak makan berlebihan ketika berbuka; mengurangi makan makanan yang manis; jika mengalami tanda hipoglikemia, hiperglikemi atau kekurangan air, disarankan untuk segera berbuka puasa; makanlah bahan makanan organic berindeks glikemik rendah seperti kacang kedelai, apel; makanlah makanan yang berindeks kenyang seperti kentang rebus, ikan, sayur dan buah; serta kurangi minum kopi atau dapat diganti dengan teh yang encer tidak terlalu pekat.

Dengan adanya pengaturan makan untuk penderita Diabetes Melitus, maka penderita Diabetes pun dapat berpuasa. Tentu saja, tetap harus berhati-hati dalam menjalankan puasanya.

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *