CARA PENYIMPANAN OBAT YANG BAIK DAN BENAR

IMG_5159edit

Semangat pagi mitra healthier

Edukasi Kesehatan RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, edisi minggu ke tiga bulan Januari diisi oleh Drs. Adi Suprapto, Apt, apoteker senior di Inslatasi farmasi. Materi yang dibahas yaitu terkait cara penyimpanan obat yang baik dan benar.

Adapun tujuan dilakukan penyimpanan obat yang baik dan benar yaitu agar obat tidak menguap, agar khasiat obat tidak berubah, agar obat tetap dalam keadaan baik dan bersih, dan agar obat tidak rusak, misalnya : berubah warna, hancur

Penyimpanan obat disesuaikan dengan jenis dan macam obat. Ada beberapa cara penyimpanan obat, yaitu:

  1. Menurut Undang-Undang :
    • Narkotika harus disimpan dalam kemasan khusus yang berkunci ganda /double
    • Obat Keras Terbatas harus disimpan di tempat khusus terpisah dari obat lain
  2. Menurut Sifat Obat:
    • Obat yang mudah menguap disimpan dalam botol tertutup rapat, misalnya Formalin, Yodium; atau harus disimpan di tempat jauh dari api, misalnya  Alkohol
    • Obat mudah rusak karena suhu panas harus disimpan dalam lemari pendingin, misalnya Suppositoria, Ovulla, Serum, Vaksin  Insulin
    • Obat yang rusak karena sinar matahari disimpan pada botol yang berwarna, misalnya  yodium
    • Obat yang tidak tahan dalam kelembaban udara disimpan pada botol yang dilengkapi silica gel

image8-1

 

Cara penyimpanan obat yang baik dan benar, yaitu dengan memperhatikan:

  1. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  2. Simpan obat dalam kemasan aslinya dan dalam wadah tertutup rapat
  3. Jangan menyimpan obat di tempat panas/lembab karena bisa menyebabkan obat rusak
  4. Obat dalam bentuk cair jangan disimpan di kulkas kecuali disebutkan pada etiket /kemasan obat
  5. Hindarkan obat dalam bentuk cair menjadi beku
  6. Jangan simpan obat yang telah kadaluarsa

Untuk cara penggunaan obat, yaitu:

  1. Minum obat sesuai anjuran , pada waktu yang tepat dan sesuai dengan jangka waktu pengobatan yang telah ditentukan
  2. Perhatikan etiket obat
    • Biru  artinya obat luar, berarti tak boleh digunakan melalui mulut  karena akan  masuk ke pencernaan. Obat yang termasuk golongan obat ini diantaranya Tetes Telinga, Tetes Mata, salep , bedak, Suppos , Ovulla , Krim, Riip
    • Putih : Artinya obat digunakan melalui mulut, tenggorokan dan masuk ke pencernaan. Obat yang termasuk golongan obat  ini antara lain Tablet, Kapsul , Sirup, Puyer
  3. Perhatikan aturan pakai
  4. Perhatikan cara penggunaan  macam 2 tablet , sebab ada tablet yang penggunaannya dengan cara di telan,  dikunyah, dihisap, dll
  5. Perhatikan kondisi fisik obat apakah sudah rusak atau masih bagus, misalnya : Tablet berubah warna
  6. Perhatikan tanggal kadaluarsa obat
  7. Penggunaan obat tanpa petunjuk langsung dari dokter hanya boleh untuk penggunaan obat bebas & obat bebas terbatas dan untuk keadaan atau masalah kesehatan yang ringan
  8. Penggunaan obat bebas / bebas terbatas tidak dimaksudkan untuk penggunaan secara terus menerus
  9. Berbagai jenis obat-obatan jangan dicampur dalam satu wadah
  10. Etiket obat jangan dibuang karena sebagai informasi penggunaan obat yang penting

Bagaimana cara menyimpan obat yang benar dan baik ? Untuk masa penyimpanan dari semua obat adalah terbatas, hal ini disebabkan  karena lambat laun obat akan terurai secara kimiawi akibat pengaruh cahaya, udara dan suhu. Akibatnya khasiat obat akan berkurang.

Tanda-tanda Kerusakan Obat

  1. Kadangkala kerusakan obat terlihat dengan jelas misalnya bila larutan bening menjadi keruh, dan terjadi perubahan warna atau berjamur.
  2. Namun pada umumnya proses kerusakan obat tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, bentuk dan bau obat tidak berubah, namun kadar zat aktifnya sudah banyak berkurang  atau lebih  buruk lagi  jika zat aktifnya sudah terurai menjadi  / membentuk zat yang beracun.
  3. Kemunduran zat aktif hanya dapat ditentukan dengan analisa laboratorium

ATURAN PENYIMPANAN OBAT

Berapa  lama obat yang sudah dibuka/ dipakai dapat disimpan ?

  • Tablet/ kapsul : 3 Th
  • Salep/Tube : 3 Tahun
  • Serbuk/ Puyer : 1 th
  • Krem/ Tube: 6 bln
  • Larutan / Tetes : 6 bln
  • Suspensi : 6 bln
  • Salep mata : 6 bln
  • Cairan untuk kulit : 6 Bln
  • Tetes Telinga : 6 Bln
  • Tetes/  semprot Hdung :  3 bln
  • Krem di dalam pot : 3 bln
  • Tetes mata / Bilasan Mata : 1 bln

Dalam sediaan obat umumnya ditambah dengan zat pengawet yang berfungsi  menghambat pertumbuhan kuman & jamur. Akan tetapi bila wadah sudah dibuka maka zat pengawet pun tidak dapat menghindarkan rusaknya obat, apabila  wadah sering dibuka dan tutup sebagaimana misalnya dengan tetes mata, atau mungkin bersentuhan di bagian tubuh yang sakit, misalnya tetes mata , hidung atau telinga

Oleh karena itu obat hendaknya diperlakukan dengan seksama setelah digunakan/ dimakan wadah obat harus ditutup  kembali dengan rapat dan baik,  lakukan  pembersihkan pipet atau sendok takar dan mengeringkannya.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah cara memusnahkan obat yang telah rusak, yaitu:

  • Untuk Sediaan padat (tablet, kapsul) rendam terlebih dahulu dengan air hingga larut kemudiaan  dibuang pada saluran pembuangan
  • Untuk Sediaan sirup  bisa langsung dituang isinya ke saluran pembuangan

(PKRS RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA, disampaikn oleh Drs. Adi Suprapto, Apt saat edukasi kesehatan kelompok)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *