MASA NIFAS

Semangat pagi mitra healthier

IMG_5238copyEdukasi kesehatan kesehatan hari ini 26  Januari 2019, dilaksanakan di Ruang Teratai, dengan narasumber Indera Winarni, SST. Materi yang dibahas yaitu terkait tentang masa nifas. Masa nifas adalah masa yang dilalui setiap wanita setelah melahirkan, masa ini berlangsung sejak plasenta lahir sampai dengan 6 minggu atau 42 hari setelah kelahiran.

Pada masa nifas akan terjadi beberapa perubahan terkait dengan pergeseran peran dari ibu hamil menjadi ibu nifas dan ibu menyusui. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan fisik maupun psikologis.

10 PERUBAHAN FISIK MASA NIFAS 

  1. Jantung
    • Jantung berdebar-debar, nadi lebih cepat
  2. Sistem Peredaran Darah
    • Darah lebih kental
  3. Sistem Reproduksi
    • Rahim berangsur-angsur menjadi kecil, setelah 3 hari vulva dan vagina kembali pada keadaan tidak hamil, payudara menjadi besar dan keras
  4. Sistem Perkemihan
    • Sulit BAK pada 24 jam pertama
  5. Sistem Pencernaan
    • Diperlukan waktu 3-4 hari sebelum fungsi usus kembali normal
  6. Hormon
    • Estrogen menurun 10% dalam waktu 3 jam setelah melahirkan
  7. Otot dan Sendi
    • Keutuhan kekuatan sendi lengkap akan kembali pada minggu ke-6 samapai ke-8 setelah melahirkan
  8. Kulit
    • Hormonal berkurang dan hiperpigmentasi (kehitaman) menghilang
  9. Perubahan Berat Badan
    • Kehilangan 5-6 kg pada waktu melahirkan dan kehilangan 3-5 kg selama minggu pertama masa nifas
  10. Perubahan Tanda-Tanda Vital
    • Tekanan darah sedikit berubah atau normal, nadi normal, pernafasan normal, suhu selama 24 jam pertama dapat meningkat

PERUBAHAN PSIKOLOGIS MASA NIFAS

  1. Fase taking in
    • Periode ketergantungan, ibu berfokus pada dirinya, berlangsung setelah melahirkan sampai hari ke-2
  2. Fase taking hold
    • Ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan merawat bayi, muncul perasaan sedih (baby blues) hari ke 3-10
  3. Fase letting go
    • Ibu merasa percaya diri untuk merawat diri dan bayinya pada hari ke-10 sampai akhir masa nifas

Komplikasi Masa Nifas

Pada masa nifas seringkali terjadi beberapa komplikasi yang dapat mengganggu kesehatan ibu, diantaranya:

  • Metritis (infeksi rahim setelah pesalinan)
  • Infeksi perineum (pembengkakan, kemerahan, jahitan mudah lepas)
  • Abses pelvis (penyakit radang panggul)
  • Tetanus (kaku otot)
  • Bendungan payudara
  • Mastitis (infeksi pada satu atau lebih payudara)
  • Retraksi puting (puting tertarik ke dalam)

Tanda Bahaya Ibu Nifas

Walaupun telah melewati masa persalinan. Ibu masih rawan mendapatkan komplikasi yang dapat membahayakan bahkan bisa sampai menyebabkan kematian. Beberapa tanda bahaya ibu nifas yang wajib diwaspadai yaitu:

  1. Perdarahan lewat jalan rahim. Masa nifas biasanya ibu memang mengalami perdarahan dari 6 minggu atau 42 hari setelah kelahiran bayi. Salah satu cara untuk membedakan darah yang normal dan tidak yaitu dengan menggunakan pembalut. Jika darah keluar sangat banyak sehingga ibu harus mengganti pembalut setiap satu jam, maka patut dicurigai. Atau jika saat ibu tembus di kain sampai banyak, dan kain tersebut dapat diperas, berarti ibu tersebut telah kehilangan darah sebanyak 500 cc darah.
  2. Keluar Cairan Berbau dari Jalan Lahir. Jika ibu keluar cairan dari jalan lahir, tapi  bukan darah, misalnya nanah atau cairan berwarna hitam bisa dimungkinkan ibu mengalami infeksi.
  3. Bengkak di wajah, tangan dan kaki atau sakit kepala dan kejang
  4. Demam lebih dari dua hari.
  5. Payudara  bengkak, merah dan sakit
  6. Ibu terlihat sedih, murung tanpa sebab. Saat baru melahirkan kemungkinan rasa murung dan sedih karena kelelahan. Namun setelah lebih dari satu minggu ibu masih mengalami hal tersebut dimungkinkan karena mengalami stres.

Nifas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Upaya yang dapat dilakukan ibu nifas untuk menghindari “bahaya” saat nifas yaitu dengan:

  • Makan bergizi seimbang
  • Cukup minum
  • Menjaga kebersihan diri (mandi, kebersihan jalan lahir, mengganti pembalut)
  • Istirahat cukup
  • Jaga kebersihan luka operasi
  • Perawatan bayi dengan benar
  • Tidak membuat bayi stress
  • Stimulasi komunikasi dengan baik
  • Konsultasi keluarga berencana. Saat ini ada metode yang terbarualam konsultasi, yaitu KB pasca persalinan (KB PP). Jenis KB ini dilaksanakan 2 jam sampai 2 hari setelah persalinan.

Ibu nifas juga harus menghindari “pantangan” yang biasa dilarang saat masa nifas, seperti larangan tidur siang atau larangan makan makanan yang amis. Karena justru istirahat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi sangat disarankan untuk membantu memulihkan kondisi ibu setelah persalinan, serta untuk menjaga kualitas ASI. Ibu juga harus menghindari beberapa kebiasaan saat nifas seperti menempelkan daun-daunan pada kemaluan karena akan menimbulkan infeksi.

Jadwal pelayanan masa nifas

Pemeriksaan kesehatan setelah melahirkan juga penting dilakukan. Pemeriksaan dapat dilaksanakan di bidan desa, puskesmas atau rumah sakit terdekat. Pelaksanaan minimal dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan, yaitu:

  • 6 jam sampai 3 hari setelah melahirkan
  • Hari ke 4-28 setelah melahirkan
  • Hari ke 29-42 setelah melahirkan

Cara mengatasi perubahan psikologis

  • Dukungan Dari Keluarga dan Orang Terdekat
    • Dukungan emosional sangat dibutuhkan ibu
  • Tidur, Makan yang Cukup
    • Tidur 8 jam per hari
    • Makan menu makanan seimbang
  • Penuhi Kebutuhan Spiritual
    • Berdo’a dan berdzikir

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan saat edukasi kesehatan kelompok di RSUD Hj. Anna Lasmanah)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *