WASPADAI DBD DI MUSIM HUJAN

Semangat pagi mitra healthier,

IMG20190219084109 copyMusim hujan yang tengah berlangsung saat ini membuat kita harus lebih waspada terhadap kesehatan dengan menjaga stamina dan kebersihan lingkungan. Salah satu penyakit yang kerap muncul di musim penghujan adalah demam berdarah. Nyamuk pembawa virus demam berdarah biasanya muncul sepanjang dan setelah musim hujan. Awal 2019 kasus pasien yang masuk ke rumah sakit dengan DBD meningkat jumlahnya. Perlu diketahui bersama, bahwa kejadian kematian akibat DBD termasuk tinggi, diperkirakan 1 dari 100 pasien DBD yang didapatkan meninggal dunia.

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti lewat air liur saat menghisap darah manusia. Nyamuk ini memiliki ciri berwarna loreng hitam putih pada seluruh tubuhnya, menghisap darah pagi dan sore hari (08.00-12.00 & 15.00-17.00), hinggap pada pakaian bergantungan, bersarang dan bertelur di genangan air jernih, jarak terbang rata-rata 40 meter maksimal 100 meter, dan hidup didalam dan sekitar rumah.

dbd

Dimana tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti ?

Beberapa tempat yang dapat digunakan untuk berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti , yaitu:

  • Tempat penampungan air (TPA) untuk keperluan sehari-hari baik di dalam maupun di luar rumah, antara lain ember, drum, tempayan, bak mandi/WC, dan lainya.
  • TPA bukan untuk keperluan sehari-hari, antara lain tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut, barang bekas, talang air dan lainnya.
  • TPA alamiah, seperti lubang pohon, lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bambu, pelepah pisang, dan lainya.

Diagnosis Klinis Demam Berdarah yaitu:

  • Demam 2-7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus-menerus, bifasik
  • Manifestasi perdarahan baik spontan seperti petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena, maupun berupa uji tourniquet positif
  • Nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retroorbital
  • Dijumpai kasus DBD baik di lingkungan sekolah, rumah atau sekitar rumah
  • Leukopenia < 4.000/ mm3
  • Trombositopenia < 100.000/ mm3

“Apabila ditemukan gejala demam ditambah dengan adanya dua atau lebih tanda dan gejala lain, diagnosis demam dengue dapat ditegakkan

POLA DEMAM PADA DBD

pola dbd

Diagnosis Klinis Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu:

  • Demam 2-7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus-menerus, bifasik
  • Manifestasi perdarahan baik spontan seperti petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena, maupun berupa uji tourniquet positif
  • Nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retroorbital
  • Dijumpai kasus DBD baik di lingkungan sekolah, rumah atau sekitar rumah
  • Hepatomegali
  • Terdapat tanda kebocoran plasma dengan salah satu tanda/ gejala :
    1. Peningkatan nilai hematokrit > 20% dari pemeriksaan awal
    2. Ditemukan adanya efusi pleura, asites
    3. Hipoalbuminemia, hipoproteinemia
  • Trombositopenia < 100.000/ mm3

 Demam disertai dengan dua atau lebih manisfestasi klinik ditambah bukti perembesan plasma dan trombositopenia cukup untuk menegakkan diagnosis DBD”

tanda dbTANDA-TANDA DBD :

K  : KEPALA NYERI

L  : LEMAH, LETIH

M  : MUAL, MUNTAH

N  : NYERI SENDI

O  : NYERI OTOT

P  : PERDARAHAN

R  : RUAM

 

PENANGANAN AWAL

Beberapa tindakan awal jika ditemui gejala seperti tersebut diatas, yaitu:

  1. Memberi minum sebanyak mungkin
  2. Kompres dengan air hangat
  3. Beri obat penurun panas
  4. Bila ada tanda-tanda DBD segera bawa ke Puskesmas/ Rumah Sakit terdekat

TANDA BAHAYA (WARNING SIGNS)

  1. Klinis
    • Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
    • Nyeri perut dan nyeri tekan abdomen
    • Muntah yang menetap
    • Letargi/ Penurunan Keadaran, gelisah
    • Perdarahan mukosa
    • Pembesaran hati
    • Akumulasi cairan
    • Oliguria
  2. Laboratorium
    1. Peningkatan kadar hematokrit bersamaan dengan
    2. Penurunan cepat jumlah trombosit
    3. Hematokrit awal tinggi

Untuk mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit ini, beberapa tindakan yang dapat dilakukan melalui 4 M Plus yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara:

  1. Menguras, yaitu menguras wadah air seperti bak mandi, tempayan, embr, vas bunga, tempat minum burung, penampung air kulkas, dan tempat penampungan air lainnya agar telur dan jentik Aedes mati
  2. Menutup, yaitu menutup rapat semua wadah air agar nyamuk Aedes tidak dpaat masuk dan bertelur
  3. Mengubur, yaitu mengubur atau memusnahkan semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, pecahan botol, agar tidak menjadi sarang dan tempat bertelur nyamuk Aedes
  4. Memantau, yaitu memantau smeua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk Aedes berkembang biak
  5. PLUS
    • menaburkan bubuk abate
    • menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
    • menggunakan kelambu saat tidur
    • memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
    • menanam tanaman pengusir nyamuk
    • mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
    • jangan menggantung pakaian kotor

Semua tindakan pencegahan tersebut dapat kita lakukan mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini juga. Jadi mitra healthier mari kita cegah demam berdarah dengan melakukan 4M Plus…Waspadai demam berdarah dengue (DBD) dengan melakukan tindakan pencegahan sebagai bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan keluarga.

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan oleh dr. Adie Bastian saat edukasi kesehatan kelompok dan Talkshow Radio Suara Banjarnegara)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *