CARA MENYUSUI YANG BENAR

Semangat pagi mitra healthier…

IMG_5813copyMenyusui yang benar merupakan cara ideal bagi ibu untuk memberikan kasih sayang pada anaknya dan cara terbaik memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Tujuan cara menyusui yang benar :

  • Menjalin hubungan batin ibu dan anak.
  • Kenyamanan bayi menghisap air susu.
  • Memperlancar produksi ASI.
  • Agar waktu menyusui air susu dapat keluar lancar dan menghindari kesulitan di dalam menyusui.
  • Mencegah putting susu lecet.

Langkah – langkah cara menyusui yang benar :

  1. Klien duduk santai dengan nyaman. Mengoleskan ASI sedikit pada puting dan areola sekitarnya.
  2. Bayi diletakkan menghadap ke perut klien / payudara. Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu  dan yang satu di depan.
  3. Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
  4. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menompang dibawah. Jangan menekan putting susu atau areolanya saja. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut. Menyentuh pipi dengan puting susu atau  menyentuh sisi mulut bayi
  5. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan putting serta areola dimasukkan ke mulut bayi.
  6. Usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke mulut bayi
  7. Setelah bayi mulai menghisap, payudara tidak perlu dipegang atau disangga lagi.

Pasca menyusui :

  1. Melepas isapan bayi.
  2. Setelah selesai menyusui, ASI keluar sedikit kemudian dioleskan pada putting susu dan areola sekitarnya, biarkan kering dengan sendirinya.
  3. Menyendawakan bayi.

Lama frekuensi menyusui :

  1. Selalu menyusukan dengan kedua payudara secara bergantian.
  2. Bayi sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5 -7 menit.
  3. ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam 2 jam  menjadi lapar.
  4. Pada awalnya bayi menyusu dengan jadwal yang tidak teratur, dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1 -2 minggu kemudian.

Tanda bayi kecukupan ASI :

  1. Terdengar suara bayi menelan.
  2. Bayi tenang dan puas pada akhir menyusui.
  3. Bayi nampak pelan – pelan menghisap dengan kuat.

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan oleh Sri Mulyati, S.Kep, Ns saat edukasi kesehatan di Ruang Teratai)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *