PENGGUNAAAN OBAT SAAT PUASA

Semangat pagi mitra healthier…

IMG_6994 copyPenyakit dapat menyerang kita kapan saja, termasuk ketika kita sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Adakalanya penyakit yang kita alami itu merupakan penyakit berat sehingga tidak bisa berpuasa, namun adakalanya penyakit tersebut ringan atau tidak  begitu berat sehingga kita masih bisa berpuasa sambil minum obat.

Menurut kesepakatan ahli medis dan agama pada seminar medis-religius, Maroko tahun 1997, dengan tema “ An Islamic View of Certain Contemporary Medical Issues”, diperoleh kesepakatan bahwa tidak semua penggunaan obat dapat membatalkan puasa. Beberapa jenis obat yang tidak membatalkan puasa yaitu dalam bentuk yang tidak diminum melalui mulut dan masuk saluran cerna, meliputi:

  1. Obat yang diabsorpsi melalui kulit (salep, krim, plester)
  2. Obat yang diselipkan di bawah lidah (seperti nitrogliserin untuk angina pectoris)
  3. Obat-obatan yang disuntikkan baik melalui kulit, otot, sendi, dan vena, kecuali pemberian makanan melalui intravena
  4. Obat tetes mata, hidung atau telinga
  5. Obat kumur, sejauh tidak tertelan
  6. Obat asma berbentuk inhaler
  7. Pemberian gas oksigen dan anestesi
  8. Obat yang digunakan melalui vagina, seperti suppositoria

Bagaimana Penggunaan Obat pada saat Puasa?

Selama bulan Ramadhan, pola makan dan minum akan berubah. Waktu yang leluasa untuk minum obat berubah dari 24 jam menjadi hanya 10,5 jam. Perubahan jadwal waktu minum obat mungkin dapat mempengaruhi efek terapi obat. Oleh karena itu perlu kehati-hatian dalam merubah jadwal minum obat. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Solusinya: Untuk obat yang diminum satu kali sehari tidak ada perbedaan ketika digunakan saat puasa, dapat digunakan saat malam hari atau pagi hari saat sahur. Obat yang digunakan dua kali sehari, disarankan untuk diminum pada saat sahur dan saat berbuka. Jika ternyata obat perlu diminum 3 atau bahkan 4 kali sehari, pada hari biasa artinya obat diminum tiap 8 atau 6 jam. hal tersebut tidak memungkinkan saat berpuasa. Beberapa alternatif solusinya:

  1. Mengganti obat bentuk sediaan lepas lambat atau aksi panjang sehingga frekuensi pemakaian bisa dikurangi menjadi sekali atau dua kali sehari. Atau diganti dengan obat lain dengan efek dan mekanisme yang sama tetapi memiliki durasi kasi lebih panjang. Misalnya: oab hipertensi, dari Kaptopril (diminum 2-3 kali sehari) diganti Lisinopril (diminum 1 kali sehari).
  2. Jika tidak bisa diganti, maka penggunaannya adalah dengan membagi waktu antara buka puasa hingga sahur dengan rentang waktu yang sama

obat puasa edit

Bagaimana jadwal obat yang diminum? Perubahan jadwal dan dosis dapat mempengaruhi efek terapi obat. Karena itu perlu kehati-hatian jika perlu perubahan. Konsultasikan dengan dokter dan atau apoteker terlebih dahulu.

Secara umum, obat yang diminum satu kali sehari, dikonsumsi saat sahur ATAU berbuka, sedangkan untuk obat yang diminum dua kali sehari dikonsumsi dan sahur DAN berbuka.

Untuk penggunaan sebelum dan sesudah makan dapat dilakukan dengan cara:

  1. Jika diminta sebelum makan, berarti sekitar 30 menit sebelum makan sahur atau berbuka (makan besar)
  2. Jika diminta sesudah makan artinya kondisi lambung berisi makanan. Kira-kira 5-10 menit setelah makan besar
  3. Jika ada obat yang harus diminum tengah malam sesudah makan, maka perut dapat diisi dulu dengan roti atau sedikit nasi sebelum minum obat.

Penggunaan Obat pada Penyakit Kronis di Bulan Ramadhan

Islam membolehkan orang yang sakit untuk tidak berpuasa. Jika sakit cukup berat dan ingin berpuasa, maka harus berkonsultasi dengan dokter. Jika fisik tidak mengijinkan, tidak perlu memaksakan diri. Jika memungkinkan berpuasa mintalah dokter untuk meresepkan obat yang hanya digunakan 1-2x sehari, atau tanyakan apoteker cara penggunaanya.

Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah Ramadhan kita diterima oleh Alloh SWT…… Aaminn…

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan saat edukasi kesehatan kelompok oleh Aziez Ismunandar, S.Farm, MM, Apt)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *