PANDUAN MAKAN DIABETESI DI BULAN RAMADAN

Semangat pagi mitra healthier…

IMG_7142 copy

Puasa merupakan ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum dan segala hal yang membatalkannya, dimulai dari tebit fajar sampai terbenam matahari. Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi seluruh pemeluk agama Islam, akil baligh, dan sehat.

Perubahan apa saja yang terjadi pada saat kita berpuasa?

Beberapa penelitian medis menunjukan bahwa berpuasa dapat memberikan manfaat fisiologis, antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mengapa demikian? Salah satu hipotesis yang dikemukakan adalah bahwa selama periode puasa, sel tubuh berada dibawah tekanan ringan. Sel merespon secara adaptif dengan meningkatkan kemampuannya mengatasi stres dan melawan penyakit.

Puasa akan menimbulkan beberapa perubahan fisiologis pada tubuh. Pada orang normal akan terjadi kestabilan gula darah selama jam puasa yang akan diikuti oleh kenaikan minimal gula darah setelah berbuka. Pada diabetes akan terjadi kenaikan gula darah yang cepat yang terlihat setelah berbuka. Pada saat berpuasa terdapat beberapa kondisi yang akan mempengaruhi saluran cerna, antara lain kontraktilitas usus akan menurun, terjadi fungsi pembersihan saluran cerna yang akan melindungi lambung dan usus halus dari pertumbuhan bakteri melalui pendorongan mekanik sisa makanan dan bakteri ke bagian distal. Perubahan lain juga terjadi pada berat badan. Pada orang sehat, puasa akan menyebabkan berat badan menjadi stabil atau bahkan turun/naik. Pada pasien dengan diabetes, puasa dapat memberi efek berat badan yang stabil, beberapa penelitian melaporkan adanya penurunan berat badan pada penderita diabetes saat puasa. Perubahan metabolik lain yang menguntungkan baik pada orang sehat maupun pada  penderita diabetes adalah terjadi pada profil lipid (penurunan signifkan pada LDL, menurunkan total kolesterol dan mengurangi risiko penyakit Kardiovaskuler).

Mengatur Pola Makan selama Puasa

Diit adalah pengaturan pola makan yang didasarkan  atas kebutuhan dan tujuan tertentu yang bersifat individual. Diit gizi seimbang adalah diit yang disesuaikan dengan kebutuhannya berdasarkan jumlah kalori yang tepat sesuai dengan aktivitas harian. Zat gizi terdiri dari zat gizi makro (Karbohidrat, Protein dan Lemak) dan zat gizi mikro (Vitamin dan mineral). Masing-masing komponen zat gizi tersebut dibutuhkan dengan komposisi yang seimbang disesuaikan dengan kebutuhan harian individu. Untuk itu diperlukan pengaturan pola makan sehat selama puasa agar tetap terjaga kesehatan dan kebugaran dalam menjalankan ibadah puasa.

Kebutuhan energi tergantung pada aktivitas fisik, status kesehatan dan metabolisme tubuh. Hal yang perlu dipertimbangkan lainnya adalah tingkat aktivitas fisik, faktor stres dan berat badan.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DIABETISI YANG BERPUASA DI BULAN RAMADHAN

  1. Pentingnya perencanaan makan/minum untuk menghindari hipoglikemi dan dehidrasi
  2. Pemilihan makanan untuk menghindari hiperglikemi pasca-makan
  3.  Memantau glukosa darah di jam-jam saat puasa dan di luar puasa
  4.  Waktu yang tepat untuk menjalankan aktivitas jasmani selama puasa dan intensitas aktivitasnya
  5.  penggunaan obat diabetes dan kaitannya dengan potensi risiko terkait puasa.

PROPORSI MAKAN SAAT PUASA

Selama Ramadhan terjadi perubahan pola makan. Jika sebelum berpuasa terbagi atas 3 kali makan, 2 kali snack dan buah, saat berpuasa asupan energi dari makanan dibagi antara sahur dan berbuka (2 kali), ditambah 1-2 snack jika diperlukan, serta buah. Makanan yang seimbang terdiri dari :

  • 50 % Karbohidrat
  • 20 % Protein
  • Lemak 30 %

Disarankan asupan makanan yang tinggi serat dengan indeks glikemik rendah, perbanyak sayur dan buah, dengan air putih. Hindari makanan tinggi lemak jenuh, makanan terlalu manis, minuman berkafein yang manis, seperti gula, selai, krim manis, madu, sirup, biskuit manis, coklat, limun, makan bertepung, buah kaleng, makanan bergula, dan es krim.

PENGGUNAAN GLUKOSA DALAM TUBUH

diet

MENU LENGKAP SAHUR

menu sahur

Makanan yang digoreng mengandung lemak tidak sehat, maka perlu untuk membatasi konsumsi makanan jenis ini, misal cukup 2 kali seminggu. Selebihnya lebih baik direbus, panggang, kukus, atau ditumis saja. Lebih baik direkomendasikan mengkonsumsi “lemak baik” yang berasal dari minyak zaitun, VCO, kacang-kacangan, alpukat, dsb.

KESALAHAN KETIKA SAHUR

Kesalahan tersebar  yang sering dilakukan ketika sahur adalah kita makan terlalu banyak karbohidrat (terutama jenis karbohidrat sederhana), namun tidak mencukupi kebutuhan protein. Misalnya: Nasi sepiring penuh, ikan 2 ekor kecil seukuran jari telunjuk dan ditutup dengan teh manis hangat.

“TIPS SAHUR : Cukupi Kebutuhan Protein dan Serat”

Contoh sumber protein yaitu: daging sapi, ayam, ikan, telur, tahu, oncom, kacang-kacangan, dll. Daging-dagingan disarankan tidka terlalu sering dikonsumsi karena kandungan lemaknya relatif lebih tinggi dari sumber protein lain.

Selain asupan protein yang harus terpenuhi, juga harus mencukupi kebutuhan serat. Sumbernya antara lain: sayur-sayuran, karbohidrat kompleks seperti nasi merah, outmeal, umbi-umbian.

BERBUKA PUASA

Kebutuhan energi dan air merupakan zat pertama yang dibutuhkan setiap orang setelah fase berpuasa. Salah satu makanan yang pas untuk kondisi ini adalah kurma. Buah kurma memiliki kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa lebih cepat diserap tubuh sehingga bisa segera pulih seperti sedia kala. Selain itu, kurma juga tinggi potasium yang berfungsi menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

CONTOH MENU

menu sahur2

menu buka

 

 

 

 

 

 

 

 

KEBUTUHAN MINUM

Orang dewasa dengan tingi badan rata-rata dan berat badan normal, biasanya membutuhkan setidaknya 2 liter sehari (setara dengan 8 gelas per hari). Maka orang dengan kelebihan berat badan tentu butuh lebih banyak cairan, bisa 3-4 liter  sehari.

tips minum

Perubahan Pola Minum Obat Selama Puasa

pola minum

Bagaimana tips sehat dan bugar pada saat berpuasa, agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar ?

Lamanya waktu berpuasa adalah berkisar antara 11-18 jam setiap harinya (terdiri dari 2 waktu makan yaitu saat sahur dan berbuka). Tips sehat dan bugar pada saat berpuasa :

  1. Jangan lewatkan sahur, Pilihlah asupan nutrisi seimbang dari karbohidrat kompleks, serat, dan protein
  2. Penuhi kebutuhan cairan, Cairan dibutuhkan 8-12 gelas air mulai saat berbuka puasa sampai dengan sahur
  3. Makan secukupnya (pengaturan makan/diit). Makan perlahan, bertahap, tidak kalap. Sebagian besar masalah kesehatan di bulan Ramadhan merupakan akibat dari diit yang tidak tepat, kelebihan makan (over eating).  Perubahan diit yang terjadi selama Ramadhan adalah meningkatnya jumlah makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak jenuh yang tinggi, yang terjadi terutama pada saat berbuka. Seharusnya diit selama bulan Ramadhan tidak terlalu berbeda dengan diit sehat seimbang di hari-hari biasa. Pengaturan makan bertujuan untuk mempertahankan massa tubuh yang konstan.
  4. Kurangi makanan berminyak, terutama yang kaya kandungan lemak jenuh karena meningkatkan risiko kenaikan kolesterol.
  5. Mengatur asupan makanan minuman yang terlalu manis karena dapat memicu kenaikan berat badan
  6. Olahraga. Tetap lakukan olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang sebelum/ setelah berbuka puasa minimal 30 menit (jalan kaki, sepeda santai)
  7. Istirahat (tidur) cukup
  8. Konsultasi ke dokter bila ada permasalahan kesehatan saat berpuasa.

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan oleh dr. Nurhati Febriani, Sp.GK, saat pertemuan Paguyuban Diabetesi di RSUD Hj. Anna Lasmanah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *