“TANYA LIMA O” KETIKA ANDA MENDAPATKAN OBAT

Semangat pagi mitra healthier…

IMG_7428copyGerakan sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) senantiasa digalakkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Gema cermat merupakan upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara benar, dimana melalui Gema Cermat, diharapkan penggunaan obat secara rasional oleh masyarakat dapat tercapai. Salah satu materi yang disampaikan adalah tentang Tanya Lima O ketika mendapatkan obat. Tanya lima O merupakan lima pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum seseorang mengkonsumsi obat.

Hal ini sangat penting agar dapat memperoleh manfaat yang optimal dari penggunaan obat. Jangan sampai saat kita mengkonsumsi obat malah memperparah sakit yang diderita atau malah menambah jenis penyakitnya.

28752212_568186943554876_5825729782444195840_ncopyPertama, Obat ini apa nama dan kandungannya?

Masyarakat hendaknya mengetahui dan mengenali jenis obat yang akan dikonsumsi. Hal tersebut dapat menghindari terjadinya kesalahan dalam pemberian obat

Kedua, Obat ini apa khasiat nya?

Tujuan suatu pengobatan dengan menggunakan obat tertentu dapat tercapai jika obat diberikan sesuai indikasi (rasional). Masyarakat diimbau dapat memahami indikasi/khasiat dari obat yang dikonsumsi, sehingga dapat melakukan pengecekan apakah khasiat dari obat yang diberikan sesuai dengan penyakit atau keluhan yang sedang dialami.

Ketiga, Obat ini berapa dosis nya?

Masyarakat harus mengkonsumsi obat sesuai dosis yang dianjurkan. Penggunaan obat sesuai dosis akan menghasilkan efek terapi yang diharapkan. Obat yang diberikan dengan dosis berlebih dapat melampaui ambang batas keamanan, sedangkan dosis kurang dapat menyebabkan efek terapi tidak tercapai.

Informasi yang harus diketahui selanjutnya adalah tentang cara menggunakan atau aturan pakai.  Informasi mengenai cara penggunaan obat yang meliputi waktu dan berapa kali obat tersebut digunakan dalam sehari. Obat juga harus diminum sesuai dengan waktu terapi terbaik. Ada berbagai bentuk sediaan obat yang digunakan sesuai tujuannya. Masing-masing bentuk sediaan diproduksi menggunakan bahan tambahan tertentu yang memudahkan obat yang dikandung untuk diserap oleh tubuh. Obat dalam digunakan melalui mulut (oral), sebaiknya tidak digunakan melalui bagian lain misalnya pada kulit. Obat juga hendaknya digunakan pada durasi waktu yang sama dalam satu hari. Misalnya obat harus digunakan 3 kali sehari, seharusnya digunakan setiap 8 jam. Ada obat yang harus diminum pada pagi hari (vitamin, diuretik), atau malam hari (simvastatin, alprazolam). Ada juga obat yang harus diminum sebelum makan (antasida, obat mual), bersama dengan makanan (obat diabetes), maupun sesudah makan (asam mefenamat).

Kelima, Obat ini apa efek sampingnya?

Selain memiliki manfaat menyembuhkan, obat juga memiliki efek samping yang menyertainya. Efek samping obat yaitu efek obat yang merugikan dan tidak diharapkan yang terjadi karena penggunaan obat pada dosis yang dianjurkan.  Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping tertentu yang seringkali tidak diharapkan. Misalnya untuk obat parasetamol memiliki indikasi/khasiat sebagai penurun panas dan penghilang rasa sakit. Selain itu perlu diperhatikan pula tentang kontra indikasi. Kontraindikasi yaitu kondisi tertentu yang menyebabkan penggunaan obat tersebut tidak dianjurkan atau dilarang, karena dapat meningkatkan risiko terhadap pasien. Contohnya Obat parasetamol tidak boleh diminum oleh penderita dengan gangguan fungsi hati, Obat cacing tidak boleh diminum oleh ibu hamil dan menyusui.

Jadi untuk para mitra healthier jangan lupa “Tanya Lima O” untuk menggunakan obat dengan cerdas.

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan saat edukasi kesehatan kelompok di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara oleh Lamya Erzani Shafa, S.Far., Apt)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *