Upaya Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Visi RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara adalah Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama Masyarakat Banjarnegara dan Sekitarnya. Visi RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara menjadikan seluruh pegawai RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara menjalankan aktivitasnya sebagai perwujudan untuk menjadikan RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara sebagai satu-satunya pilihan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Rencana strategis disusun dalam upaya mencapai visi dan misi RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara yang salah satu programnya adalah peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP).

Peningkatan mutu pelayanan merupakan prioritas utama di semua rumah sakit. Upaya tersebut dilaksanakan melalui pembangunan sarana, prasarana, pengadaan peralatan dan ketenagaan serta perangkat lunak lainnya, sejalan dengan pembangunan rumah sakit pada umumnya. Namun demikian, disadari pula masih banyak kendala yang dihadapi, terutama yang berkaitan dengan standar kebutuhan dan tuntutan sistem pelayanan yang masih belum selaras dengan perkembangan iptek kedokteran yang semakin pesat.

Sebagai bentuk upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien, salah satunya dengan monitoring capaian indikator rumah sakit. Beberapa diantaranya yaitu:

  1. Pasien Stroke Ischemic yang tidak mendapatkan terapi anti trombolitik pada saat masuk ke rumah sakit (MRS)
    ANti TRombolitik

    Gambar 1. Pasien Stroke Ischemic yang tidak mendapatkan terapi anti trombotik pada saat masuk ke rumah sakit (MRS)

    Beradasarkan Gambar 1, diketahui bahwa capaian Indikator Pasien Stroke Ischemic yang tidak mendapatkan terapi anti trombolitik pada saat masuk ke rumah sakit (MRS) pada bulan April s/d Juni Tahun 2019 adalah 0%. Ini berarti bahwa semua pasien Stroke Ischemic yang masuk ke Rumah Sakit mendapatkan terapi anti trombolitik.

  2. Pelaksanaan Asesmen Awal Untuk Pasien Stroke

Assesment Awal

Gambar 2. Pelaksanaan Asesmen Awal Untuk Pasien Stroke

Beradasarkan Gambar 2, diketahui bahwa capaian Indikator Pelaksanaan Asesmen Awal Untuk Pasien Stroke pada bulan April s/d Juni Tahun 2019 adalah 100%. Ini berarti bahwa semua pasien Stroke Ischemic yang masuk ke Rumah Sakit mendapatkan Assesment Awal. Asesmen awal untuk pasien Stroke adalah pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan bagi semua pasien Stroke sebelum tindakan, serta didokumentasikan secara benar dan lengkap. Asesment Awal Pasien Stroke di IGD dengan menggunakan Algoritma Gadjah Mada (Lamsudin 1996)

3. Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway (CP) Stroke

 

CP STRokeGambar 3. Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway (CP) Stroke

Berdasarkan Gambar 3, trend capaian indikator mutu menunjukkan belum tercapainya target yang ditetapkan. Masalah klasik yang menjadi penyebabnya adalah sumber daya yang terbatas dan tingginya beban kerja. Menurut (Dwi Astuti et al. 2017) hambatan yang dirasakan dalam implementasi Clinical Pathways Stroke adalah kurangnya kesadaran terhadap pentingnya clinical pathways karena sosialisasi tidak diberikan secara merata dan komprehensif serta rendahnya kepatuhan pendokumentasian clinical pathway yang dianggap sebagai beban kerja tambahan bagi para staf.

 4. Pasien Rehabilitasi Medik yang Drop Out

drop outGambar 4. Pasien Rehabilitasi Medik yang Drop Out

Berdasarkan Gambar 4, trend capaian indikator mutu Pasien Rehabilitasi Medik yang Drop Out menunjukkan sudah tercapainya target yang ditetapkan.

(Komite PMKP RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *