INTERAKSI OBAT DENGAN MAKANAN

IMG_4597 copyInteraksi obat dan makanan terjadi bila makanan mempengaruhi bahan dalam obat yang diminum sehingga obat tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Interaksi ini dapat menyebabkan efek yang berbeda-beda, dari mulai peningkatan atau penurunan efektivitas obat sampai efek samping. Makanan juga dapat menunda, mengurangi atau meningkatkan penyerapan obat. Itulah sebabnya mengapa beberapa obat harus diminum pada waktu perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) dan beberapa obat lain sebaiknya diminum bersamaan dengan makanan.

Beberapa contohnya yaitu:

  • Obat-obat anti alergi golongan antihistamin (CTM, Cetirizin, dll) seharusnya diminum saat perut kosong (satu jam sblm makan atau 2 jam sesudah makan) atau cukup diminum dengan air putih saja. Jika diminum dengan susu akan menghambat proses absorpsi di lambung.
  • Griseofulvin adalah obati infeksi jamur pada rambut, kulit, kuku tangan, dan kuku kaki, sebaikanya ditelan pada saat makan makanan berlemak seperti : Alpukat, daging sapi, mentega, kue, susu.
  • Jeruk jika dikonsumsi bersama antasid (obat maag : promaag dsb) yang mengandung Alumunium akan meningkatkan absorpsi Aluminiumnya
  • Jeruk dengan antibiotik maka keasamannya menurunkan efektivitas antibiotik.
  • Susu bila dikonsumsi bersama bisakodil / dulcolax (laksatif) meningkatkan efek laksatif.
  • Serat oatmeal & sereal berserat tinggi akan menurunkan absorpsi digoxin.
  • Sayuran hijau kaya vit. K akan menurunkan efektivitas antikoagulan oral. (notisil, aspilet, miniaspi)
  • Sefalosporin (Cefadroxyl, Cefixim), penisilin (amoxycilin) diminum saat lambung kosong untuk mempercepat absorpsi
  • Eritromisin jangan diminum bersama jus buah atau anggur karena menurunkan efektivitas obat
  • Tetrasiklin dengan produk susu menurunkan efektivitas obat.
  • Pasien yang minum Isoniazid (INH) bersama makanan seperti keju dan berbagai jenis ikan (tuna, makarel, salmon) yang tidak segar akan meningkatkan resiko toksisitas histamin (sakit kepala hebat, gatal & kemerahan pada kulit, nyeri abdomen, takikardi, mata kabur, sesak nafas, diare, muntah , dsb)
  • Pada kondisi normal histamin diuraikan di tubuh oleh histaminase, tapi pada peminum INH (suatu inhibitor enzim) maka aktivitas enzim dihambat dan kadar histamin tinggi
  • ACE inhibitor (Captopril) baiknya diminum saat lambung kosong untuk meningkatkan absorpsi obat
  • Alfa-bloker (doksazosin) diminum bersama cairan atau makanan untuk menghindari turunnya TD yang berlebihan.
  • Antiaritmia (Verapamil, Propanolol, Bisoprolol, Verapamil, Digoxin): Hindari kafein (kopi, teh) yang akan meningkatan resiko detak jantung tak normal
  • Beta-bloker (Propanolol, Bisoprolol) diminum saat perut kosong.
  • Makanan terutama daging dapat meningkatkan efek obat & dapat menyebabkan rendahnya tekanan darah
  • Obat pereda nyeri dan antiinflamasi, contohnya ibuprofen, aspirin, aspilet, asam mefenamat, mefinal dan anti inflamasi golongan non steroid (natrium diklofenak,kalium diklofenak) dan steroid (deksametason, metil prednisolon) karena keasaman yang tinggi akan menimbulkan efek samping nyeri lambung, maka seharusnya diminum bersama susu, atau segera sesudah makan.
  • Untuk parasetamol (panadol, tempra), karena bersifat lebih basa lemah dan diabsorpsi di usus, maka lebih baik obat jenis ini diminum sebelum makan, diikuti makanan sehingga akan segera sampai di usus, terjadilah proses absorpsi.

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan saat edukasi kelompok oleh Aziez Ismunandar, MM, Apt)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *