MENGENAL COVID-19

IMG_5226 edit

Novel coronavirus  (2019-nCoV)  adalah  virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus  ini berasal dari Cina. Novel coronavirus  merupakan satu keluarga dengan virus penyebab  SARS dan MERS.

Bagaimana mendeteksi Dini Pasien  nCoV (COVID-19) 

  • Pasien/Orang dengan gejala Infeksi saluran pernapasan akut (Demam, batuk, nyeri tenggorok, hidung tersumbat,  malaise, sakit kepala, nyeri otot)
  • Pasien/Orang dengan tanda dan gejala pneumonia (Demam, batuk, nyeri dada/pleuritik, sesak napas, foto  toraks menunjukkan infiltrat)
  • Kemudian dicari faktor risiko/kondisi kemungkinan  terinfeksi  nCoV
  1. Manifestasi Klinis
    • Gejala ISPA, meliputi : Demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, lesu
    • Foto dada pada  pasien COVID-19: Paru tampak bercak putih  yang menunjukkan  pneumonia (radang  paru akut)
  2. Faktor risiko/kondisi tertentu dalam  menentukan kemungkinan terifeksi nCoV
    • Memiliki riwayat perjalanan ke China atau wilayah/negara yang terjangkit (sesuai dengan perkembangan penyakit)* dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala
    • Merupakan petugas kesehatan yang sakit dengan gejala sama setelah merawat pasien ISPA/pneumonia yang tidak diketahui penyebab/etiologi penyakitnya, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat bepergian
    • Memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi 2019-nCoV
    • Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi 2019-nCoV di China atau wilayah/negara yang terjangkit
    • Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di China atau wilayah/negara yang terjangkit
    • Memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan ATAU kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan
  3. Pasien/ Orang dengan Gejala ISPA dan ada Faktor Risiko akan terbagi menjadi:
    • Orang Dalam Pemantauan (ODP)
      1. Seseorang yang mengalami gejala demam/riwayat demam  tanpa pneumonia yang memiliki riwayat perjalanan ke China  atau wilayah/negaray ang terjangkit, dalam waktu 14 hari DAN
      2. TIDAK : memiliki satu atau lebih riwayat paparan(Riwayat kontak erat  dengan kasus konfirmasi2019-­‐nCoV); ATAU
      3. TIDAK : Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang  berhubungan dengan pasien konfirmasi2019-­‐nCoV di China  atau wilayah/negara yang terjangkit (sesuai dengan  perkembangan penyakit), memiliki riwayat kontak dengan  hewan penular (jika hewan penular sudah teridenVfikasi) di  China atau wilayah/negara yang terjangkit (sesuai dengan  perkembangan penyakit)
      4. Tindakan ada 2 opsi : Perawatan di RS (Ruang isolasi biasa), Isolasi diri di rumah
    • Pasien Dalam Pengawasan (PDP)
      1. Seseorang yang mengalami: Demam (≥38°C) atau ada riwayat demam, Batuk/ Pilek/ Nyeri tenggorokan, Pneumonia Dan disertai minimal satu kondisi sebagai berikut:
        • Memiliki riwayat perjalanan ke China atau wilayah/negara yang terjangkit  (sesuai dengan perkembangan penyakit)* dalam waktu 14 hari sebelum  timbul gejala; ATAU
        • Merupakan petugas kesehatan yang sakit dengan gejala sama setelah  merawat pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berat yang tidak  diketahui penyebab/etiologi penyakitnya, tanpa memperhatikan tepat tinggal  atau riwayat bepergian;
        • Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridenXfikasi) di China  atau wilayah/negara yang terjangkit (sesuai dengan  perkembangan penyakit);
        • Memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan ATAU kontak dengan orang yang  memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan (ada hubungan epidemiologi)  dan memiliki (demam ≥380C) atau ada riwayat demam
      2. Tindakan: harus menjalani perawatan di RS Rujukan (Ruang  Isolasi Khusus)
    • Kasus Probabel, yaitu Pasien dalam pengawasan  yang diperiksa untuk  2019-nCoV tetapi  inkonklusif (tidak dapat  disimpulkan) atau  seseorang dengan dengan  hasil konfirmasi positif  pan-coronavirus atau beta  coronavirus. Tindakan untuk kasusu ini yaitu harus menjalani perawatan di RS Rujukan (Ruang  Isolasi khusus)
    • Kasus Konfirmasi, Seseorang yang terinfeksi  2019-nCoV dengan hasil  pemeriksaan laboratorium  positif. Tindakan untuk kasusu ini yaitu harus menjalani perawatan di RS Rujukan (Ruang  Isolasi khusus)

Kriteria Pasien dalam Pengawasan, Orang dalam Pemantauan, kasus probable dan kasus konfirmasi

Korona

UPAYA PENCEGAHAN

  1. Lindungi diri Anda dan orang lain dari sakit, dengan cara cuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol
  2. Melindungi orang lain agar tidak tertular penyakit dengan cara:
    • Tutupi hidung dan mulut ketika batuk atau bersin  dengan tisssu atau siku.
    • Buang tissue di tempat sampah tertutup setelah digunakan.
    • Bersihkan tangan setelah batuk atau bersin dan ketika merawat orang sakit
  3. Menjaga keamanan makanan
    • Gunakan talenan dan pisau  yang berbeda saat memotong  daging mentah dan makanan  yang telah dimasak
    • Cuci tangan saat jeda antara  mengolah makanan mentah  dan makanan matang
    • Masak daging dan telur matang sepenuhnya
    • Hewan yang  sakit dan  hewan yang  telah mati  karena  penyakit  sebaiknya  tidak  dikonsumsi
  4. Hindari kontak erat dengan siapapun yang mengalami gejala demam atau flu
  5. Hindari kontak tanpa alat pelindung dengan hewan liar atau hewan ternak

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, Sumber : Dr. dr. Soedarsono, Sp.P (K)  Ketua PINERE RSUD Dr.Soetomo  Surabaya (Pengenalan Dini, Pencegahan dan  Tindaklanjut Dalam Mengantisipasi  COVID-19), disampaikan oleh dr. Estiningtyas Wardhani, Sp.P )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *