WORLD HYPERTENSION DAY, 17th MAY

WORLD HYPERTENSION DAY, 17th MAY

Semangat pagi mitra healthier….

Hipertensi

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh darah (arteri). Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHG. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat global tentang pentingnya mencegah dan mengendalikan hipertensi, maka ditetapkan Hari Hipertensi Sedunia (World Hypertension Day) setiap tanggal 17 Mei. Tema yang diangkat oleh World Hypertension League (WHL) untuk periode 2013-2018 yaitu “Kenali Tekanan Darah Anda.” Topik ini diusung untuk mengajak masyarakat mengenali tekanan darahnya dan memberi perhatian serius pada tekanan darah tinggi, serta rutin melakukan pemantauan.

Hipertensi (tekanan darah tinggi) masih menjadi momok bagi sebagian orang. Penyakit minim gejala ini berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi mematikan. Menurut dr Cut Putri Arianie, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI,  hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri menurut data Survei Sample Registration (SRS) hipertensi adalah penyebab kematian nomor lima terbesar. Banyak orang yang tidak sadar terkena hipertensi. Tak salah jika penyakit ini biasa dikenal dengan julukan “the Silent Killer.”

Menurut data WHO angka penderita hipertensi secara global terus meningkat. Di Indonesia sendiri, menurut data Riskesda Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan bahwa 25,8 persen penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Laporan Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menunjukkan angka pengidapnya meningkat jadi 32,4 persen.Ini merupakan fenomena gunung es karena angka sebenarnya pasti lebih tinggi. Hal tersebut karena banyak orang yang tidak menyadari mereka memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Padahal bila hipertensi tidak dikendalikan dampaknya bisa berujung pada berbagai komplikasi kesehatan. Sebut saja seperti penyakit jantung koroner, stroke, atau gagal ginjal.

Sebagian besar penderita hipertensi menderita hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hipertensi, antara lain: Usia, Keturunan, Obesitas, Terlalu banyak makan garam atau terlalu sedikit mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, Kurang aktivitas fisik dan olahraga, serta Merokok.

Langkah awal untuk mengatasi hipertensi ini adalah dengan mengubah pola hidup. Perubahan pola hidup bisa dilakukan dengan menerapkan Panca Usaha Jantung Sehat, yaitu:

S eimbangkan Gizi

E nyahkan Rokok

H adapi dan Atasi Stres

A wasi Tekanan Darah

T eratur Berolah raga.

Dengan perubahan pola hidup diharapkan dapat mewujudkan pola hidup sehat yang berkualitas.

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara; dikutip dari berbagai sumber).

Mutasi kerja bukan halangan untuk tetapmenjalin silaturahmi

Mutasi kerja bukan halangan untuk tetapmenjalin silaturahmi

   ” Mutasi Bukan halangan untuk menjalin silaturahmi, apalagi hanya mutasi antar dinas, masih satu kota”. ungkap Suprapto, S.Sos dalam sambutannya dalam acara perpisahan hari Senin 14 Mei 2018 dengan teman teman Tata Usaha RSUD, beliau juga meminta maaf jika selama menjabat sebagai Kasubag Umum Kepegawaian masih banyak kekurangan.

    dr. Agung Budianto, M.Kes Direktur RSUD juga menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan seluruh karyawan RSUD jika ada hal – hal yang kurang berkenan. Tak lupa juga mendoakan semoga bapak Suprapto semakin sukses di Dinas yang baru.

PERINGATAN HARI MALARIA SEDUNIA

PERINGATAN HARI MALARIA SEDUNIA

PERINGATAN HARI MALARIA SEDUNIA (25 APRIL 2018)

IMG_5470copy

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Secara nasional kasus malaria selama tahun 2011-2016 cenderung menurun yaitu pada tahun 2011 angka API (Anual Parasite Incidence) sebesar 1,75 per 1000, sampai dengan tahun 2016 menjadi 0,84 per 1000 penduduk dengan jumlah kasus 218.450. Dari jumlah tersebut sebanyak 81% berasal dari Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan NTT.

Setiap tanggal 25 April, seluruh dunia memperingati Hari Malaria. Tanggal tersebut ditetapkan oleh World Health Assembly (WHA). Dalam buku the World Malaria Report 2005, WHO menyebutkan bahwa hingga tahun 2005 malaria masih menjadi masalah kesehatan utama  107 negara di dunia. Penyakit malaria menyerang sedikitnya 350-500 juta orang setiap tahunnya dan kematian sekitar 1 juta orang setiap tahunnya.

Definisi Malaria

Di Faransisco Torti pada abad ke 17 memperkenalkan istilah malaria pertama kali dalam bahasa italia malaria artinya udara kotor. Apa Itu Malaria : malaria adalah penyakit disebabkan protozoa (plasmodium) ditularkan kepada manusia melaui nyamuk anopheles betina, Anopheles Sundaicus di Asia &Anopheles Gambia di afrika

Jenis Malaria

  1. Malaria Falsiparum

Disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Gejala demam timbul intermiten dan dapat kontinyu. Jenis malaria ini paling sering menjadi malaria berat yang menyebabkan kematian.

  1. Malaria Vivaks

Disebabkan oleh Plasmodium vivax. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 2 hari. Telah ditemukan juga kasus malaria berat yang disebabkan oleh Plasmodium vivax.

  1. Malaria Ovale

Disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinis biasanya bersifat ringan. Pola demam seperti pada malaria vivaks.

  1. Malaria Malariae

Disebabkan oleh Plasmodium malariae. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 3 hari.

  1. Malaria Knowlesi

Disebabkan oleh Plasmodium knowlesi. Gejala demam menyerupai malaria falsiparum.

Gejala Malaria

Gejala malaria awal :

  • Menggigil (selama 15-60 menit)
  • Demam (selama 2-6 jam)
  • Berkeringat (selama 2-4 jam)
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual mutah
  • Lesu dan lemas

Gejala malaria berat, yaitu gejala malaria awal yang disertai :

  • Kejang
  • Penurunan kesadaran
  • Mata kuning dan tubuh kuning
  • Perdarahan di hidung, gusi atau saluran pencernaan
  • Nafas sesak
  • Penurunan nafsu makan

BAHAYA MALARIA

  1. Jika tidak ditangani segera dapat menjadi malaria berat yang menyebabkan kematian.
  1. Malaria dapat menyebabkan anemia yang mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya manusia.
  1. Malaria pada  wanita  hamil  jika  tidak  diobati  dapat menyebabkan keguguran, lahir kurang bulan (prematur) dan berat badan lahir rendah (BBLR) serta lahir mati.

(TIM PROMOSI KESEHATAN RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA)

PENYAKIT TONSILITIS

PENYAKIT TONSILITIS

IMG_4695

Tonsilitis Kronik  adalah  peradangan  kronik  dari tonsil sebagai lanjutan peradangan akut/subakut yang berulang/rekuren, dengan kuman penyebab nonspesifik. Peradangan kronik ini dapat mengakibatkan pembesaran tonsil yang menyebabkan gangguan menelan dan gangguan pernapasan.

Gejala dari penyakit Tonsilitis :

  1. Keluhan lokal
    1. Nyeri menelan
    2. Nyeri tenggorok
    3. Rasa mengganjal di tenggorok
    4. Mulut berbau (halitosis)
    5. Demam
    6. Mendengkur
    7. Gangguan bernapas
    8. Hidung tersumbat
    9. Batuk pilek berulang
  2. Dapat pula disertai keluhan sistemik
    1. Rasa lemah
    2. Nafsu makan berkurang
    3. Sakit kepala
    4. Nyeri pada sendi

Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk kasus penyakit tonsillitis :

  1. PEMERIKSAAN FISIK
  • Pembesaran tonsil
  • Permukaan kripta tonsil melebar
  • Detritus pada penekanan kripta
  • Arkus anterior atau posterior hiperemis
  • Pembesaran kelenjar submandibula
  1. PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • Bila perlu kultur resistensi dari swab tenggorok
  • Rinofaringolaringoskopi (RFL), foto polos nasofaring lateral, polisomnografi bila diperlukan
  • Pasca operasi : pemeriksaan histopatologi jaringan tonsil dan
  1. PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • Bila perlu kultur resistensi dari swab tenggorok
  • Rinofaringolaringoskopi (RFL), foto polos nasofaring lateral, polisomnografi bila diperlukan
  • Pasca operasi : pemeriksaan histopatologi jaringan tonsildan atau adenoid (bila dicurigai keganasan)
  • Untuk persiapan operasi :disesuaikan dengan PPK Tindakan operasi yang dilakukan

KRITERIA DIAGNOSIS

Satu atau lebih keluhan dari anamnesis yang berulang disertai dengan pembesaran ukuran tonsil dan atau pemeriksaan fisik lainnya.

DIAGNOSIS KERJA

  • Chronic Tonsillitis and adenoiditis (ICD 10 : J35.0)
  • Hypertrophy of tonsils (ICD 10 : J35.1)
  • Hypertrophy of adenoids (ICD 10 : J35.2)
  • Hypertrophy of tonsils with hypertrophy of adenoids (ICD 10 : J35.3)

DIAGNOSIS BANDING

Tonsilitis  kronik  oleh  sebab  lain  :  tuberkulosis,  sifilis, aktinomikosis Pembesaran tonsil karena kelainan darah atau keganasan, misalnya: leukemia, limfoma

Terapi / Pengobatan untuk penyakit Tonsilitis :

  1. Non pembedahan :
    1. Lokal : obat kumur tenggorok
    2. Medikamentosa : dengan antibiotik spektrum luas sambil menunggu hasil kultur
    3. Simptomatis : analgetik-antipiretik, antiinflamasi
  2. Pembedahan
    1. Tonsillectomy (ICD 9CM : 28.2) pada :
      1. Chronic Tonsillitis (ICD 10 : J35.0)
      2. Hypertrophy of tonsils (ICD 10 : J35.1)
    2. Adenoidectomy (ICD 9CM : 28.6) pada :
      1. Hypertrophy of adenoids (ICD 10 : J35.2).
      2. Hypertrophyof tonsils with  hypertrophy  of adenoids (ICD 10 : J35.3)
    3. Tonsilloadenoidectomy (ICD 9CM : 28.3) pada :
      1. Hypertrophy of tonsils with hypertrophy of adenoids (ICD 10 : J35.3)

Edukasi dan perilaku sehat apa yang harus dilakukan :

  • Pasien mengetahui perjalanan penyakit dan komplikasi yang timbul
  • Pasien mengetahui rencana pengobatan,  indikasi  operasi  dan komplikasinya
  • Pasien mengetahui cara Menjaga kebersihan rongga
  • Pasien mampu melakukan oral hygiene, misalnya: sikat gigi dan kumur-kumur teratur,
  • Pasien berkonsultasi ke dokter gigi

(TIM PROMOSI KESEHATAN RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA, disampaikan oleh dr. Yunan Haris Soewidji, Sp.THT- KL)

HAID/MENSTRUASI DAN PERMASALAHANNYA

HAID/MENSTRUASI DAN PERMASALAHANNYA

IMG_5198

Haid/ Menstruasi  adalah Pelepasan dinding endomentrium (dinding dari lapisan rahim ) disertai keluarnya darah yang terjadi secara periodik dan teratur tiap bulan

Usia berapakah anak perempuan mendapatkan menstruasi :

  • Bervariasi , antara umur 10 hingga 16 tahun
  • Akhir – akhir ini perempuan mendapat menstruasi pertama semakin muda karena ada faktor antara lain : keturunan, Gizi, keseimbangan, Zat pengatur pertumbuhan (hormone) dan faktor psikologis

Proses terjadinya menstruasi :

  1. Untuk dapat terjadi menstruasi maka perlu adanya fungsi vagina, rahim, dan indung telur
  2. Adanya hubungan yang sinergis dari hipotalamus, susunan syaraf pusat dengan indung telur
  3. Adanya system kerja hormone dalam tubuh seorang perempuan terutama hormone steroid (estrogen dan progesteron)
  4. Perempuan mempunyai 2 indung telur (ovarium ) secara periodik setiap satu siklus kira-kira pada hari ke – 14 ada salah satu telur matang yang dilepas dari indung telur
  5. Bila tidak ada pertemuan sel sperma dan sel telur maka pembuahan tidak terjadi
  6. Karena sel telur tidak dibuahi maka menyebabkan dinding rahim meluruhkan lapisan endometrium, maka terjadilah menstruasi

Penyebab perempuan nyeri / kram pada saat menstruasi /dismenorhe :

  • Akibat dari gerakan otot rahim yang berusaha mengeluarkan darah menstruasi
  • Adanya pengaruh dari zat kimiawi yang di produksi secara alami oleh tubuh yang bernama hormone prostaglandin
  • Nyeri / Kram perut/ spesme terasa mulai sejak sebelum menstruasi dan mencapai puncaknya pada sekitar 12 jam setelah mulai keluar darah menstruasi
  • Nyeri bisa semakin kuat karena adanya ketegangan psikologis. Misalnya : Stress pekerjaan, kuliah dan masalah keluarga
  • Ada beberapa perempuan yang mengalami rasa nyeri yang sangat luar biasa bahkan hingga menstruasi selesai , keadaan seperti ini memerlukan pemeriksaan dokter spesialis kandungan, untuk mengetahui adakah kelainan atau gangguan dari rahim, misalnya adanya kontraksi atau gerakan otot rahim yang berlebihan (hiperaktifitas kontaksi uterus) seperti polip, kista , kelainan bentuk dari rahim atau kemungkinan radang pada lapisan dinding rahim maupun panggul.

Bahaya apabila minum obat anti nyeri pada saat menstruasi yang terus menerus :

Dapat mengganggu lapisan lambung, ginjal dan hati karena obat anti nyeri termasuk kelompok zat kimia, maka harus sesuai dosis dari dokter, dan selama minum obat maka diharapkan banyak minum air putih untuk mengimbangi efek samping dari obat anti nyeri tersebut (obat analgetik/ obat anti nyeri)

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri saat menstruasi selain obat-obatan :

  1. Olah raga renang, senam, lari pagi, yoga dan aerobic
  2. Lakukan kompres pada daerah nyeri, misal di perut atau di pinggang
  3. Latihan pernafasan relaksasi , terapi acupuntur, relaksasi dengan aroma terapi dan cukup istirahat
  4. Pola makan yang teratur
  5. Kurangi makan kafein, pedas lebih baik konsumsi jus buah segar

Penyebab keterlambatan mendapat menstruasi pada perempuan sampai usia dewasa :

  1. Faktor ketidakseimbangan hormon
  2. Keturunan
  3. Gizi
  4. Fungsi dari rahim termasuk selaput dara

Hubungan selaput dara dengan tidak mendapat menstruasi :

Selaput dara pada perempuan secara alami terdapat celah untuk mengeluarkan darah haid. Apabila selaput dara ini buntu sama sekali maka darah menstruasi tidak bisa keluar, yang disebut hematokolpos atau hematometra yaitu suatu keadaan dimana darah haid terkumpul dalam vagina akibat selaput dara yang buntu (hymen imperforate), perlu tindakan bedah untuk mengeluarkan darah menstruasi yang tertahan, caranya dengan membuat celah pada selaput dara sebagai saluran keluarnya darah menstruasi

Peranan gizi  dalam proses mentruasi :

  • Pada beberapa penelitian oleh para ahli bahwa berat badan yang ekstrem (terlalu kurus maupun terlalu gemuk ) akan mempengaruhi fertilitas atau kesuburan, keseimbangan hormone dalam tubuh menjadi terganggu, terutama hipotalamus yaitu bagian yang mengatur hormone Gn RH (Gonadotropin-Realising Hormon)
  • Obesitas atau kegemukan meningkatkan kadar hormon androgen yang menimbulkan gangguan fungsi hipotalamus, sehingga tidak terjadi proses pematangan sel telur atau ovulasi

Pola hidup sehat  agar proses menstruasi normal dan sehat :

  • Tingkatkan asupan makanan bergizi
  • Kurangi stress mental
  • Istirahat teratur
  • Olah raga
  • Jaga Stamina Tubuh
  • Jaga BB agar tubuh tidak terlalu kurus dan gemuk

TIM PROMOSI KESEHATAN RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA