Sejarah

Pada tahun 1937-an sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di Banjarnegara hanya sebuah poliklinik swasta yang dikelola dan dilayani hanya oleh seorang dokter part timer yang datang seminggu sekali. Dokter tersebut dibantu oleh beberapa orang petugas. Poliklinik swasta yang terletak di Kampung Pungkuran (sekarang Kantor DKK) inipun hanya menyediakan pelayanan rawat jalan.

Adanya keterbatasan sarana pelayanan kesehatan tersebut telah menggugah kesadaran seorang wanita pribumi bernama RAA Anna Lasmanah (istri Soemitro Kolopaking Poerbonegoro Bupati Banjarnegara yang menjabat pada waktu itu) untuk mengupayakan berdirinya sebuah sarana pelayanan kesehatan yang lebih representatif dalam bentuk rumah sakit.

Dana pembangunan rumah sakit dihimpun dari iuran masyarakat Banjarnegara yaitu dari setiap kepala keluarga masing-masing sebesar satu sen. Kegiatan penggalangan dana pembangunan rumah sakit tersebut lalu dikenal dengan nama “Gerakan Satoe Sen “. Dari gerakan tersebut berhasil dihimpun dana pembangunan sebesar 40.000 Gulden. Untuk menutup kekurangannya Bupati Banjarnegara yang menjabat pada waktu itu menyumbang sebesar 40.000 Gulden. Sebidang lahan seluas 0,53 Ha yang merupakan tanah pekarangan milik H. Noor di Desa Kutabanjarnegara (lokasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banjarnegara sekarang) akhirnya didapatkan dan dipilih sebagai lokasi pembangunan dan dibeli seharga 3,5 Gulden per ubin.

Pada tahun 1940 pembangunan fisik gedung rumah sakit yang meliputi satu lokal gedung untuk poliklinik (pendaftaran, kamar periksa, kamar obat, dan laboratorium), ruang bersalin, dapur, gudang, kamar jenazah, serta dua lokal gedung untuk bangsal akhirnya selesai. Pada tanggal 31 Agustus 1940 rumah sakit kecil yang merupakan cikal bakal Badan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banjarnegara sekarang ini kemudian resmi didirikan dengan nama Hulpziekenhuis  “Boedi Rahajoe“ sampai dengan tahun 1948 dipimpin oleh dr. Soepardji.

Seiring dengan perkembangan rumah sakit, untuk memberikan identitas dan melakukan branding, pada tanggal 16 Oktober 2013 telah dilaunching dan ditetapkan nama dan logo baru RSUD Kabupaten Banjarnegara dengan menggunakan nama perintis berdirinya, yaitu “RSUD Hj. Anna Lasmanah”.

Daftar nama Direktur yang memimpin sejak berdiri sampai sekarang adalah:

No Nama Tahun
1. Dr Soepardji Tahun 1940 – 1948
2. Dr. Brotoseno Tahun 1948 – 1955
3. Dr. Housler Art Tahun 1955 – 1958
4. Dr. M.D. Erich Horsten Tahun 1958 – 1959
5. Dr. Sumasdi Tahun 1960 – 1963
6. Dr. K.W. Brosmit Tahun 1963 – 1964
7. Dr. Lauw Kok Tjwan Tahun 1964 – 1966
8. Dr. Kwa Kong Hoen Tahun 1967 – 1968
9. Dr. Salman Tahun 1968 – 1968
10. Dr. Sedijono Ismakun Tahun 1968 – 1969
11. Dr. Arief Haliman, MPH Tahun 1969 – 1971
12. Dr. Setyoko Moendanoe Tahun 1971 – 1979
13. Dr. Wahyu Rahadi Tahun 1979 – 1988
14. Dr. Marbaniati, DCHT Tahun 1988 – 1990
15. Dr. Kuntjoro Adi Purjanto, MMR Tahun 1991 – 1999
16. Dr. H. Untung Sungkowo, DTM&H, MMR Tahun 1999 – 2001
17. Dr. H. Sri Handono, MPPM Tahun 2001 –  2006
18. Dr. Nugroho Kurnianto, Sp.B Tahun 2006 –  2008
19. drg. Puji Astuti, M.Kes Tahun 2009 – 2012
20. dr. Junita Prasetyaningsih Tahun 2012 – 2014
21 dr. Agung Budianto, M.Kes Tahun 2014 – Sekarang