Menjaga Imunitas Ibu Hamil dan Ibu Nifas di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Apa itu imunitas?

Sistem imunitas atau daya tahan tubuh secara sederhana dapat dipahami sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan penyakit. Sistem ini akan melindungi tubuh dari serangan organisme atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Pada dasarnya, sistem imun tubuh secara normal dapat bekerja sangat efisien dalam menghadapi musuh tersebut. Akan tetapi, saat sistem imun ini dalam kondisi lemah, tubuh pun akan mudah terserang penyakit.

Imunitas tubuh ibarat “benteng pertahanan” yang perlu tetap kuat dan terjaga, jika ingin terhindar dari ancaman penyakit. Terlebih lagi saat pandemi COVID-19 dan kita sudah harus beradaptasi melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap memerhatikan kesehatan. Selain menerapkan protokol pencegahan, penting juga untuk meningkatkan imunitas tubuh, agar tidak mudah terserang penyakit.

Ibu hamil dan menyusui masuk dalam kategori yang rentan terhadap infeksi COVID-19. Salah satu penyebabnya ialah mereka memiliki imunitas yang rendah karena perubahan hormon selama hamil dan menyusui. Oleh sebabnya, para ibu hamil maupun menyusui perlu mengetahui bagaimana perlindungan yang tepat selama pandemi ini terjadi, karena keberadaan seorang ibu sangat berarti di dalam keluarganya.

Bagaimana cara menjaga imunitas pada ibu hamil dan ibu nifas?

Kuncinya ada pada penerapan gaya hidup sehat dan dukungan keluarga atau orang terdekat yaitu suami.

  1. Menghindari stres
    • Stres merupakan salah satu sumber penyakit. Semakin tinggi stres, semakin sedikit antibodi dan sel darah putih yang dihasilkan tubuh. Stres juga bisa membawa seseorang pada gaya hidup sembarangan, misalnya: mengasup makanan tidak sehat, merokok, minum minuman berakohol. Berbagai tindakan tersebut jelas bisa semakin menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit.
    • Itu pada orang biasa. Nah, pada ibu hamil stres juga bisa muncul karena perubahan hormon. Sedangkan pada ibu nifas, kondisi stres lebih mudah terjadi karena pada saat itu terjadi perubahan status, perubahan kebiasaan, bahkan ada juga Syndrome Baby Blues, di mana seorang ibu tidak mau merawat bayinya.
    • Stres yang dibiarkan bisa menyebabkan perubahan-perubahan fisiologis yang dapat melemahkan sistem imunitas tubuh seseorang.
    • Karena itu, untuk menghindari stres, dukungan dari keluarga dan orang terdekat yaitu suami sangat diperlukan. Bisa dengan cara membantu menjaga bayi, memijat, atau hanya sekedar berbagi cerita agar ibu menjadi lebih rileks.
  2. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
    • Dalam arti tercukupi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin dan mineralnya.
    • Pada ibu hamil dan ibu nifas juga menyusui ada istilahnya diit TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein), karena makanan yang dibutuhkan itu untuk 2 orang jadi harus mencukupi gizi untuk 2 orang.
    • Sayur, buah dan kecukupan air minum sangat mendukung kondisi kesehatan ibu. Diutamakan konsumsi makanan yang hangat, untuk meningkatkan imunitas dan memperbaiki selaput lendir yang melapisi dinding saluran pernapasan, sup hangat adalah menu pilihan terbaik.
    • Sebaliknya, makanan dan minuman dingin akan merangsang keluarnya lendir dan bisa memengaruhi sistem pernapasan serta menurunkan daya tahan tubuh
    • Selain itu, konsumsi rempah-rempah seperti cengkeh, jahe, dan jintan, juga dapat membantu tubuh melawan infeksi, karena sifat antivirus dan antimikroba yang terkandung di dalamnya.
  3. Olahraga teratur
    • Olahraga teratur selama 30 menit, pada ibu hamil dan ibu nifas cukup dengan olahraga ringan misalnya jalan kaki, senam hamil atau senam nifas. Waktunya bisa kapan saja, tapi terutama pagi hari, sambil berjemur di halaman rumah.
  4. Tidur cukup
    • Kurang tidur atau terlalu letih dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit dan menurunkan sistem imunitas tubuh.
    • Seseorang yang kurang tidur biasanya akan mudah terserang influenza atau infeksi lainnya.
    • Apalagi seorang ibu nifas yang tidurnya cenderung kurang berkualitas, karena harus menyusui dan merawat bayinya.
    • Padahal sebenarnya sangat dianjurkan bagi siapa saja untuk memenuhi durasi tidur masing-masing. Untuk orang dewasa, durasi tidur yang disarankan, yakni 7-9 jam tiap malam demi kesehatan tubuh.
    • Untuk menyiasati, ibu bisa tidur saat bayi tidur di siang hari.
  5. Berjemur
    • Paparan ringan sinar matahari terutama pada jam tertentu seperti antara pukul 08.00-09.00, ada juga yang mengatakan di atas jam 10.00, dapat meningkatkan produksi vitamin D yang juga bermanfaat untuk kekebalan tubuh.
  6. Yang paling penting, selalu terapkan 3M: Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, Memakai Masker dan Menjaga jarak atau menghindari kerumunan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

(PKRS RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, disampaikan oleh Amelia Purwaningrum, Amd.Keb)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *